Entri Populer

Sabtu, 17 September 2011

karmina, pantun, dan syair Dedap Durhaka,


PANTUN
A.    Pantun Nasehat

1.      Tiada guna berdayung sampan
Kalau hendak menyeberang samudera
Tiada guna dendam disimpan
Hanya merusak hati dalam dada

2.      Jika hendak mendaki gunung
Bawalah bekal tali-temali
Jika hendak badan beruntung
Jagalah amal serta hati

3.      Sungguh indah rumah melayu
Rumah beratap daun rumbia
Sungguh ramah gadis melayu
Menjaga sikap dan santun bahasa

4.      Indah pantai karena ombaknya
Menderu-deru hingga tepian
Indah perangai karena adabnya
Sifat  pemalu yang ditanamkan

5.      Burung Balam putih telurnya
Akan menetas jika dieram
Sungguh tentram patih rasanya
Mendengar sekilas ucapan salam


6.      Asal kelapa menjadi santan
Santan diolah menjadi minyak
Amal dijaga memupuk iman
Rajin ibadah pahalapun banyak

7.      Pergi berlayar ke pulau Jawa
Hendak melepas beban kerjaan
Utang terbayar tentramlah jiwa
Seakan lepas dari siksaan


8.      Umbut kelapa manis rasanya
Mumbang berderetan di tepi pucuk
Sambut puasa dengan gembira
Rasa persaudaraan mari dipupuk

9.      Sungguh manis rasanya madu
Madu didapat dari Lebah
Sungguh manis rasanya rindu
Rindu mendapat rahmat Allah

10.  Jika nenas tanam di ladang
Sempatkan tuan memasang jerat
Jika malas kerjakan sembahyang
Alamat badan mendapat mudarat

11.  Jika Anda tinggal di Pulau
Hendaklah rajin bercocok tanam
Jika Anda pergi merantau
Ingatlah akan kampung halaman

12.  Bukit Gading banyak batunya
Bukit terletak di Pulau Kundur
Jika Anda rajin bekerja
Sudah pasti hidup akan makmur


B.     Pantun Sukacita
1.      Jalan-jalan ke Bukit Tinggi
Membeli baju harganya murah       
Sungguh riang rasanya hati
Ulang tahunku banyak hadiah

2.      Pergi ke Mesjid hendak sembahyang
Pergi sembahyang bersama saudara
Melihat ayah sudah datang
Hatiku senang tiada tara

3.      Pergi ke toko membeli buku
Buku dibeli untuk dibaca
Sangat senang rasa hatiku
Ayah membawa sepatu kaca

4.      Jalan-jalan ke Pekanbaru
Singgah sebentar ke Ramayana
Kakak membelikan baju baru
Senang hatiku dibuatnya

5.      Sungguh indah bunga kamboja
Bunga dipetik dari taman
Tiada kusangka hati gembira
Ayah memberi uang jajan

6.      Sungguh tinggi pohon jati
Pohon menjulang ke angkasa
Sungguh senang rasa hati
Melihat ayah membawa boneka

7.      Sungai Musi tenang airnya
Sungai terletak di kota Palembang
Sungguh hati senang rasanya
Melihat kakak membawa kembang

8.      Anak dara rambutnya panjang
Diikat menjadi setinggi bahu
Hati siapa tidakkan senang
Ibu membelikan baju baru

9.      Sungguh indah bunga sakura
Bunga untuk pengantin baru
Hari ini riang gembira
Ibu membelikan sepeda baru

10.  Hendak mandi di pinggir kali
Jangankan kali muara pun tiada
Sepatu baru telah dimiliki
Betapa hati dibuat gembira






C.    Pantun Teka-Teki
1.      Hang Tuah datang dari Melaka
Dari Melaka bersama sahabatnya
Mohon Anda sila menerka
Pohon apa rindang daunnya?

2.      Jikalau petir datang menyambar
Hendaklah ke rumah pergi menyingkir
Jika Anda memang pintar
Bunga apa tumbuh di air?

3.      Bunga mawar berwarna merah
Jika dicium harum baunya
Jika Anda tahu tentang sejarah
Pendekar Melayu siapa namanya?

4.      Jalan-jalan ke Gunung Daik
Gunung Daik bercabang dua
Jika Anda orang yang cerdik
Sahabat Hang Tuah siapa namanya?

5.      Sungguh ramah gadis Melayu
Selain santun juga cerdas
Jika Anda cinta Melayu
Siapa pengarang Gurindam Dua Belas?

6.      Raja Lingga duduk di singgasana
Hendak memanggil datuk hulubalang
Jika anda memang bijaksana
Binatang apa tidak bertulang?

7.      Sungguh enak buah semangka
Buah di beli dari kedai
Saya silakan Anda menerka
Buah apa tidak bertangkai?

8.      Ke pulau Jawa membeli kitab
Kitab dibeli untuk ibunda
Jika Anda bisa menjawab
Pohon apa banyak durinya?

9.      Jalan-jalan ke Selat Malaka
Singgah ke kedai membeli piyama
Jika Anda dapat menerka?
Di manakah letak Gunung Fujiyama?

10.  Pergi ke toko membeli bedak
Bedak dibeli untuk nyonya
Silakan Anda coba menebak
Bunga berduri apa namanya?




SYAIR DEDAP DURHAKA
                                                         
berawal kisah di Pulau Bengkalis
kisah si Dedap yang amat sadis
anak durhaka yang amat bengis
bunda mengutuk sambil menangis 

ibu si Dedap Urai namanya
sepanjang hari selalu bekerja
kayu dicari beserta suaminya
untuk penuhi kebutuhan hidupnya

Dedap awalnya bernama Tanggang
pergi merantau hanya seorang
mengikut kapal milik pedagang
hingga sukses di kampung orang

semakin hari semakin kaya
Dedap pun lupa akan kampungnya
lupalah pula akan orangtuanya
orang yang berkorban membesarkan dirinya

suatu hari Dedap pun datang
kembali ke kampung seakan pulang
ibunda menjadi teramat senang
rupanya kapal hanya bertandang

Dedap berlabuh di Pulau Bengkalis
membuat ibu terisak menangis
tidak disangka diperlakukan sadis
oleh si Dedap yang amat bengis

KARMINA

1.      Tupai melompat akhirnya jatuh
Kepada adat hendaklah patuh

2.      Pohon kelapa tumbuh di Tanjung
Budi bahasa hendaklah junjung

3.      Gunung Daik bercabang dua
Orang baik disayang semua

4.      Indah permata untuk hiasan
Hendaklah cinta sesama Insan

5.      Budaya tercipta karena bahasa
Jadilah pemuda pembela bangsa

6.      Daun pandan dibuat tikar
kami berpesan janganlah ingkar

7.      Kepala gatal karena kemumu
Tanamlah amal untuk akhiratmu

8.      Buah kunyit dibuat jamu
Sembuh penyakit diobat selalu

9.      Kedelai sedap dibuat soya
Jangan hidup befoya-foya

10.  Pohon beringin tumbuh di hutan
mohon  maaf atas kesalahan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar